Cari Blog Ini

Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Kontributor

Rabu, 19 Juli 2017

Brookings Institutions, Riset Ini Mengatakan yang Kaya Memang Lebih Bahagia

- Tidak ada komentar

Konon bila ingin merasakan bahagia betulan, jangan bergantung pada uang. Akan tetapi riset membuktikan uang memang dapat 'membeli' kebahagiaan.


Hal ini disimpulkan dari hasil penelitian yang dilakukan Brookings Institutions. Entah ini bisa disebut kebahagiaan atau tidak, yang pasti dalam penelitian disebut uang dapat menurunkan tingkat stres dan memperpanjang umur seseorang. Setidaknya di Amerika.



Data dikumpulkan sejak tahun 1976-1980 lalu 2009-2014 sebagai bagian dari survei nasional, yaitu penghasilan, indeks massa tubuh (BMI), beban stres dan riwayat kesehatan partisipan yang dilaporkan sendiri.





Oleh peneliti, penghasilan responden dibagi menjadi tiga kategori: rendah, sedang, dan tinggi. Lalu mereka memfokuskan pengamatan pada tingkat kesehatan, obesitas dan beban stres yang ditanggung.



"Beban stres kami lihat dari biomarker-nya seperti tekanan darah, kolesterol, trigliserida, kreatinin (ginjal), dan albumin (hati). Dari sejak 1976 hingga 2014 kami terus pantau perubahan biomarker kesehatan ini," kata peneliti Diane Whitmore Schanzenbach.



Dalam studi ditemukan, orang-orang Amerika yang berpenghasilan tinggi dilaporkan memiliki kondisi kesehatan yang dua kali lebih baik. Tingkat stres mereka juga tidak setinggi orang yang berpenghasilan di bawahnya.



Dari sini terlihat jelas bahwa kondisi kesehatan orang Amerika sangatlah baik atau bahkan 'excellent' bila dikaitkan dengan penghasilan mereka di dua periode tersebut, kendati pada masyarakat prevalensi obesitasnya terus naik di semua kategori pendapatan.



Mereka yang berpenghasilan tinggi berpeluang lebih rendah untuk mengalami kegemukan ketimbang yang penghasilannya sedang-sedang saja maupun rendah.



Aspek lain yang meningkat adalah beban stres mereka. Meski demikian, mereka yang penghasilannya lebih tinggi memiliki tingkatan stres yang lebih rendah. Dengan kata lain, orang miskin di Amerika lebih stres ketimbang yang kaya.



"Sayangnya kami tidak mempertimbangkan faktor lain seperti tingkat depresi dan indikator kesehatan mental lainnya, sehingga temuan ini masih belum bisa menggambarkan semuanya," kata Schanzenbach seperti dilaporkan CNN.



Studi ini bertentangan dengan apa yang ditemukan peneliti London School of Economics baru-baru ini. Dari hasil survei terhadap 200.000 orang terungkap tingkat kebahagiaan seseorang saat gajinya dinaikkan dua kali lipat tidak lebih baik daripada ketika memiliki kekasih atau pasangan.



Tetapi bahagia itu sederhana, tinggal Anda mau pilih dari mana asalnya.

Bahagia Itu Sederhana, Berikut Ini Rahasianya

- Tidak ada komentar
"Kemurahan hati membuat seseorang lebih bahagia. Sebab berperilaku murah hati memicu perubahan di ruang otak ventral striatum yang bisa memberi rasa nyaman".

Siapa sih yang tidak ingin hidupnya bahagia? Untuk bisa bahagia terkadang orang harus bersusah-susah payah dulu. Tapi sebenarnya tidak perlu demikian untuk memperoleh kebahagiaan itu. Sederhana sekali, jika Anda mau tahu, ini rahasianya.

Ilustrasi photo keluarga bahagia



Baru-baru ini para ilmuwan menemukan bahwa kemurahan hati membuat seseorang lebih bahagia. Sebab berperilaku murah hati memicu perubahan di ruang otak ventral striatum yang bisa memberi rasa nyaman.

Seperti dilansir dari Times of India, riset yang dilakukan oleh Philippe Tobler dari Universitas Zurich mengatakan bahwa mereka yang peduli terhadap sesama lebih bahagia daripada mereka yang fokus mementingkan dirinya sendiri.

Temuan ini melibatkan beberapa peserta yang komitmen untuk bermurah hati. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang bermurah hati lebih bahagia ketimbang mereka yang egois.

Namun, bermurah hati tidak mempengaruhi peningkatan kepuasan. "Anda tidak perlu jadi martir yang mengorbankan diri untuk merasa lebih bahagia. Hanya sedikit murah hati, itu sudah cukup," kata Philippe Tobler.

Selain murah hati bisa membuat bahagia, melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain juga memberi perasaan menyenangkan yang seakan-akan menghadirkan cahaya yang hangat.